postingan di sela-sela waktu menunggu datangnya wisudaan.. X( October 20, 2009
Posted by Nae in Uncategorized.add a comment
Yah., bisa dibilang tahun 2009 ini adalah tahunku!! Tahun kelulusan saia [yang terlambat], yang berarti tahun dimana saia bisa membanggakan kedua orang tua, dan tahun dimana saia menemukan dia-sang belahan jiwa [awignamastu]..
saia pernah bilang begini sama suryawan, “kalo aku lulus 3 tahun yang lalu, mungkin aku ngga akan sebahagia sekarang”, dan candaan saia itu dijawab dengan jitakan di kepala saia., hehehe…
Oh iya, tahun ini, bulan ini, saya pas seperempat abad, hahaha.. Tua juga ya.. Semoga bisa jadi orang yang lebih baik dari sekarang. Sekarang udah baik, tapi kadang masih males, kadang masih suka nunda-nunda, kadang masih suka males mandi., baiknya dimana?? hahahaha….
Oh iya, sekarang Pak SeBeYe dilantik ya?? Selamat deh pak. Semoga rakyat Indonesia semakin makmur!!! Semakin Jaya!!! NKRI harga mati!!!
uang receh, please… October 17, 2009
Posted by Nae in basa-basi.Tags: permen, supermarket, uang kembalian
add a comment
Fiuh, panasnya Kota Denpasar kadang-kadang menggoda saia membuka kulkas hanya untuk sekedar merasakan dinginnya angin yang berhembus dari dalamnya. TAPI!! Ada satu pemandangan yang sangat mengganggu ketika saia membuka kulkas. Pemandangan apa sih yang saia anggap mengganggu itu??
Tumpukan permen beraneka merk dan rasa di satu sudut salah satu rak di pintu kulkas.. Wow!! Apakah saia salah satu penggemar berat permen? Bukan, buktinya amat sangat jarang permen yang ada di sana satu rasa maupun satu merk. Paling banyak hanya ada dua hingga tiga permen yang satu rasa dan satu merk. Mungkin saia kolektor permen? Hell no!! Saia rasa itu bukan lahan bisnis yang punya prospek bagus ke depan. Saia bukanlah tipikal orang yang suka makan permen, jangankan makan permen ngemil aja ngga doyan.
Lalu, dari mana asal semua permen itu?? Yah, dari pengganti kembalian uang kecil dari pasar swalayan atau fotokopian.. Misal fotokopi Rp.300,00 dibayar pake Rp. 500,00 kembaliannya yang Rp.200,00 diganti pake permen deh, dengan alasan ngga ada uang kecil!! Besok kalo fotokopi ditempat yang sama, ngga mungkin banget kan kalo kita bayar dengan permen kembalian yang kemaren. Arrrgh!!
Supermarket pun punya lagu yang sama, mengganti kembalian uang kecil dengan permen. Terkadang dipajang pula permohonan maklum dari manajemen supermarket perihal penggunaan permen ini. Tulisannya kira-kira berbunyi, “Mohon maaf, kembalian uang kecil kami ganti dengan permen”. Ih!!
Jujur saja, buat saia ini sangat menggangu.. Harusnya mereka punya stok uang kecil untuk kembalian!!
Penting ngga penting sih, karena mungkin bagi beberapa orang nominal yang diganti dengan permen tersebut dianggap kecil, ada pula yang mengganggap ini biasa saja karena permen bisa menenangkan amukan anak kecil yang mereka ajak saat berbelanja. Tapi jadi penting ketika kita melihat berapa besar nominal yang secara tidak langsung jadi keuntungan pihak toko. Anggap saja rata-rata kembalian untuk customer yang diganti dengan permen adalah sebesar Rp.200,00. Rata-rata customer yang diberikan permen sebesar itu adalah 100 orang perharinya. Rp. 200,00 x 100 customer = Rp. 20.000. Anggap saja biaya yang dikeluarkan untuk permen adalah sebesar Rp. 5.000,00. Jadi kira-kira keuntungan terselubung yang bisa diambil dari permen ini adalah sebesar Rp. 15.000,00, dengan kondisi diatas, nah kalau customer dan kembalian yang diganti dengan permen lebih dari yang disebut diatas, yah tinggal diitung sendiri. Huh!!
Hal seperti ini sangat jarang tidak kita temukan kalau kita berbelanja di pasar tradisional, karena apabila penjual tidak memiliki uang kecil sebagai kembalian, biasanya penjual akan meminta pembeli untuk memilih akan membeli barang lain untuk mengganti kembalian, tentu saja pembeli bisa menentukan barang yang ia inginkan atau butuhkan. Biasanya akan terjadi percakapan seperti ini,
Penjual: kurang 500 nih bu, ganti cabe ya bu? atau jeruk nipis?
Pembeli: wah, ganti pake bawang putih aja deh..
dan penjual pun membungkuskan barang yang diinginkan pembeli sebagai pengganti uang kembalian.
Yah, untuk sekarang sih, saia selalu siap sedia uang kecil di setiap tas yang saia bawa kemana-mana. Supaya stok permen di kulkas yang sedikit mengganggu itu tadi, tidak bertambah banyak.
Anda sendiri bagaimana, sukakah anda apabila uang kembalian anda diganti dengan permen??
selamat datang [kembali]… October 16, 2009
Posted by Nae in basa-basi.Tags: indonesia lebih baik, politik, Tuhan
add a comment
Wah., rindunya coret-coret di blog.. Blogger macam apa saia ini, terakhir update blog 2 bulan yang lalu., wakz!! Entah apa saja yang dilakukan selama ini..
Yah, dua bulan terakhir ini, saia masih tetap di depan laptop, ngurus-ngurus skripsi dan kawan-kawannya, nongkrong di forum yang konon memegang predikat “The Largest Indonesian Community” [semua pasti pada tau], dan tentu saja asyik berkutat dengan salah satu situs social networking yang sohor itu.. ![]()
Tapi, entah mengapa, belakangan ini sedikit bosan dengan dua hal yang belakangan saia sebut, terutama si situs social network yang mulai tidak asyik lagi. Nanti deh saia buat postingan khusus soal itu.
Dan, setelah blogwalking sana sini, nemu sebuah blog ayam yang LUCU!!! *.* [ikut-ikutan temen bikin emo kaya gini], larut di dalamnya, dan akhirnya menemukan postingan yang bagai petir di siang bolong, ini nih postingannya. Saya pun memutuskan untuk nulis lagi, wahahahahahaha.. Thanks buat niwatori [nda ngerti ini si empunya blog apa bukan, maaf] yang secara tidak langsung sudah mengingatkan..
Banyak hal sih yang ingin ditulis, jadi bingung mau tulis yang mana. Berhubung ini postingan pertama setelah lama vakum, dan berhubung juga seluruh umat Hindu di Indonesia baru saja merayakan hari raya Galungan, dan seminggu lagi akan merayakan hari raya Kuningan, maka postingan kali ini saia ingin mengucapkan,
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi semua umat Hindu
Semoga kebenaran senantiasa menyertai langkahku, langkahmu, langkah kita, langkah seluruh umat manusia.
Jadi teringat suatu semboyan yang dulu ketika di semester awal di Fakultas Hukum teramat sangat sering disebut-sebut oleh para dosen,
Fiat Justitia et Ruat Caelum. Hukum harus tetap ditegakkan walau langit akan runtuh
Masihkah kau ingat kata-kata itu kawan??
